Sabtu, 15 Juli 2017

RFID

Dosen :

Septia lutfi
 

Oleh:
AHMAD FAJAR SUSILO
2115R1067

TEKNIK INFORMATIKA
STMIK HIMSYA SEMARANG

ABSTRAK

Teknologi RFID banyak diterapkan di berbagai bidang, baik di industri, perumahan, sekolah, rumah sakit, pemerintahan dan lain-lain, termasuk juga kaitannya dengan implementasi Smart City, diantaranya adalah pemantauan stok barang dan penyediaan stok barang. Teknologi RFID disini digunakan sebagai pemberitahuan dalam pencarian buku yang berupa lampu notifikasi. Disini peran RFID sebagai peminjaman pada perpustakaan. Selain teknologi RFID yang dapat menjalankan teknologi ini adalah jaringan internet dan jaringan sensor (WSN).
            RFID (Radio Frequency IDentification) didefinisikan sebagai sebuah teknologi digital memanfaatkan jaringan wireless (gelombang radio) untuk proses transfer data, identifikasi sebuah objek, termasuk juga informasi elektronik lainnya. Sistem identifikasi frekuensi radio menggunakan tag atau label yang dipasang pada objek untuk diidentifikasi. Radio dua arah pemencar-penerima, dimana disebut sebagai pemeriksa atau pembaca, mengirimkan sinyal ke tag lalu membaca responnya. Umumnya, pembaca mengirimkan hasil pengamatan tersebut ke system computer yang menjalankan perangkat lunak atau perangkat lunak tengah RFID. Informasi Tag disimpan secara elektronik di dalam memori non-volatil. Tag RFID mencakup pemancar dan penerima frekuensi radio kecil. Sebuah pembaca RFID mengirimkan sinyal radio yang dikodekan untuk memerik  sa tag. Lalu, tag menerima pesan dan merespon informasi yang diidentifikasinya. Salah satunya adalah stok barang berupa buku yang ada diperpustakaan.
Badan perpustakaan dan Arsip Daerah provinsi Bali terus berbanah diri. Saat ini fungsi dan tugas badan tersebut membina, mengarahkan dan membantu perpustakaan yang ada di kabupaten – kabupaten, perpustakaan di Universitas dan perpustakaan yang ada disekolah – sekolah di seluruh Bali. Sementara itu terkait fungsinya, perpustakaan daerah yang berlokasi di Jalan Teuku Umar tersebut dari tahun ke tahun minat pengunjung yang datang ke perpustakaan semakin meningkat. Dengan adanya teknologi WSN dan RFID maka dapat dikembangkan kartu pinjam buku elektronik di perpustakaan Daerah Bali.

Kata kunci : Radio Frequensi IDentifier, Wireless Sensor Network, Kartu Elektronik, Perpustakaan Daerah Bali.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Salah satu tempat yang biasa digunakan untuk mencari pengetahuan adalah perpustakaan. Perpustakaan adalah kumpulan atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu atau keperluan pemakai (Lasa,2007:12). Perpustakaan yang akan dibahas adalah Perpustakaan Daerah yang beralamat di Jalan Teuku Umar Bali.
Badan perpustakaan dan Arsip Daerah provinsi Bali terus berbanah diri. Saat ini fungsi dan tugas badan tersebut membina, mengarahkan dan membantu perpustakaan yang ada di kabupaten – kabupaten, perpustakaan di Universitas dan perpustakaan yang ada disekolah – sekolah di seluruh Bali. Sementara itu terkait fungsinya, perpustakaan daerah yang berlokasi di Jalan Teuku Umar tersebut dari tahun ke tahun minat pengunjung yang datang ke perpustakaan semakin meningkat. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak TK, SD, pelajar SMP dan SMA, mahasiswa hingga masyarakat umum.
Keluhan yang melatarbelakangi penulis membuat makalah ini adalah saat proses pencarian buku di perpustakaan daerah melalui komputer sangat menecewakan. Saat pertama masuk telah disediakan komputer yang digunakan untuk mencari buku yang dicari oleh setiap pengunjung, maka pengunjung dapat mengetikkan kata kunci buku dan referensi buku yang ingin di cari. Setelah itu komputer akan memproses dan menampilkan nama buku yang dicari, nomor rak tempat buku berada dan jumlah stok yang tersedia. Setelah itu kemudian peminjam akan ke petugas perpustakaan untuk mengantri untuk melapor buku mana yang akan dipinjam.
Pelayanan yang kurang efisien tersebut penulis mengharapkan Perpustakaan Daerah di Jalan Teuku Umar Bali tersebut menjadi lebih baik. Peminjaman buku yang yang kurang efisien maka penulis ingin memperbaiki teknologi yang digunakan. Penulis mengharapkan dengan adanya keluhan dari setiap pengunjung yang datang ke Perpustakaan Daerah akan menjadikan keluhan tersebut sebagai motivasi dan inovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan pengalaman yang dialami sendiri maka penulis mengangkat makalah berjudul “Pemanfaatan Teknologi RFID Sebagai Kartu Elektronik Peminjaman Buku di PERPUSTAKAAN DAERAH BALI”

1.2  RUMUSAN MASALAH              
Rumusan masalah berdasarkan latar belakang adalah sebagai berikut:
1.2.1        Bagaimana Peran RFID dan Sistem Kerja Kartu Pinjam Elektronik Perpustakaan Daerah Bali?
1.2.2        Kelebihan yang terjadi setelah adanya perbaikan teknologi menggunakan RFID di Perpustakaan Daerah Bali?

1.3  SOLUSI
Berdasarkan latar belakang yang menjadikan rumusan masalah, maka solusi yang di dapat sebagai berikut:
Menggunakan Teknologi RFID
Teknologi pasif chip, dimana chip ini tidak menggunakan tenaga battery (sumber energy diambil dari freq yang dipancarkan oleh alat pemancar, dimana system kerjanya sama dengan lampu pada handphone yang menyala jika terdapat panggilan masuk).
Kegunaan dari system RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari piranti portable , yang dinamakan “Tag” dan kemudian dibaca oleh “RFID Reader” dan kemudian diproses oleh aplikasi komputer yang membutuhkannya. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa beragam informasi.
Contoh Bentuk Kartu perpustakaan elektronik:

1.4  DESAIN SOLUSI

Desain Solusi berdasarkan latar belakang yang penulis harapakan sebagai berikut:
Desain diatas adalah desain Basis Data alam system RFID.
1.      RFID Tag
-          Dapat ditulis ulang, label standar ISO mengidentifikasi dan melacak berbagai barang dan buku;
-          Memori chip menyimpan informasi buku tersebut;
-          Status sekuriti tersipan langsung pada label;
-          Menghilangkan garis pandang (line of sight) yang diperlukan untuk memproses buku.
2.      Conversion Station
-          Secara otomatis menyalurkan/mengeluakan label;
-          Mencangkup layar sentuh, scanner barcode optic, RFID reader dan gerobak portable;
-          Menyederhanakan proses check out/check in (peminjama/pengembalian);
-          Memproses buku dengan barcode dan label RFID.
3.      Staff Workstation
-          Memproses barang dengan barcode dan label RFID;
-          Bekerja dengan computer di meja sirkulasi, scanner, printer;
-          Dapat memproses peminjaman (check out) banyak barang sekaligus secara bersamaan
4.      Digital Library Assistant
-          Mampu membaca sendiri, shelving, pengurutan dan pencarian;
-          Secara bersamaan melakukan pembacaan, pencarian dan scan persediaan;
-          Dapat memegang/menyimpan informasi lebih dari 1 juta orang.
5.      Detection System
-          Proteksi security yang tinggi untuk semua koleksi perpustakaan;
-          Tidak membutuhkan aplikasi server.
6.      Self – return books drops
-          Koleksi buku yang dikembalikan di pelayanan langsung bisa diidentifikasi setelah melalui book drop, dan fungsi security anti pencurian diaktifkan kembali.

                      

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1       RFID (Radio Frequency IDentification)
RFID (Radio Frequency IDentification) di definisikan sebagai sebuah teknologi digital memanfaatkan jaringan wireless (gelombang radio) untuk proses transfer data, identifikasi sebuah objek, termasuk juga informasi elektronik lainnya (biasanya dalam bentuk tag). RFID berukuran sangat kecil, bahkan sebuah RFID dapat hampir seukuran sebutir beras. Misalkan dalam hal ini sebuah microschip dengan teknologi RFID di dalamnya untuk pemantaun system tubuh manusia atau suatu system keamanan dan barang.
RFID secara umum terdiri atas tiga bagian. Ketiga bagian tersebut terdiri atas tag, reader, dan antenna.
1.      Tag berfungsi untuk menyimpan informasi yang bermanfaat di dalam RFID itu sendiri. Tag dapat dibedakan menjadi Inlay Tag (tag utama pada RFID), Passive Tag (tidak memiliki sumber energy sendiri), dan Active Tag (memiliki sumber energy sendiri).
2.      Reader berfungsi untuk memudahkan di dalam membaca (read) informasi  yang terkadang di dalam tag RFID yang telah dijelaskan diatas.
3.      Antena berfungsi untuk memudahkan di dalam penentuan jarak bacaantara Tag dan Reader pada RFID.
2.2       Sistem Kerja RFID
Sistem kerja RFID mengikuti system kerja teknologi lainnya yang juga berbasiskan gelombang radio dan elektromagnetik. Sesuai dengan penjelasan mengenai ketiga komponen RFID di atas, maka urutan langkah kerja RFID secara umum adalah sebagai berikut:
1.      Informasi penting disimpan di dalam Tag RFID.
2.      Tag ini terhubung dengan komponen Antena RFID.
3.      Reader memanfaatkan gelombang elektromagnetik atau frequensi radio untuk melakukan pembacaan informasi di dalam Tag. Proses pembacaan ini disesuaikan dengan ketiga jenis reader yang ada. Misalkan reader RFID yang mobile, maka pengguna dapat mendekatkan sendiri reader tersebut kea rah tag RFID. Sebailknya pada fixed reader, justru tag yang harus didekatkan kepada RFID reader.
2.3       Implementasi RFID dalam kehidupan Sehari-hari
Berdasarkan penjelasan mengenai teknologi RFID dan cara kerja dari teknologi RFID ini, maka dapat diketahui betapa besar manfaat RFID jika diimplemnetasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Di jaman sekarang, teknologi RFID banyak sekali diterapkan di berbagai bidang, bail di industry, perumahan, sekolah, rumah sakit, pemerintahan, dan lain-lain, termasuk juga kaitannya dengan implementasi Snmart City. Beberepa contoh di antaranya yaitu:
1.       Pemantauan stok barang dan penyediaan stok barang (supply chain).
2.       Pendataan pada beragam layanan public.
3.       Pemantauan sirkulasi buku dan pinjaman pada perpustakaan.
4.       Pemantauan kendaraan yan menggunakan subsidi BBM.
5.       Sensor keamanan pada pintu masuk.
6.       Pengendalian kinerja karyawan suatu perusahaan/organisasi/instansi.
7.       Pengendalian BBM (Bahan Bakar Minyak) di Indonesia oleh pemerintah.
2.4       Wireless Sensor Network (WSN)
jenis dari jaringan wireless (nirkabel) terdistribusi, yang memanfaatkan teknologi Embedded System (sistem benam) dan seperangkat node sensor, untuk melakukan proses sensor, monitoring, pengiriman data, dan penyajian informasi ke pengguna, melalui komunikasi di internet. Terdapat enam buah ciri-ciri dari Wireless Sensor Network. Bergantung pada server, dapat melayani dirinya sendiri dan dapat melayani node sensor lainnya. Adanya minimal dua buah node berfungsi untuk melakukan pemindaian (sensing) terhadap lingkungan sesuai tujuan dan studi kasus untuk kemudian dikirim ke komputer server, menjamin pembagian kerja dengan hasil yang lebih baik dan memudahkan node sensor untuk saling berkomunikasi satu sama lain.
1)      Self Organizing Network (SON)
Sensor Network (WSN) terdiri atas sejumlah node sensor yang memilki kemampuan cerdas dalam bentuk implementasi Artificial intelligence (kecerdasan buatan) untuk dapat melakukan proses perencanaan (planning), konfigurasi, manajemen dan optimasi terhadap jaringan computer yang ditempatinya. Konsep SON menjadikan jaringan computer memiliki kemandirian dan kemampuan untuk melakuka manajemen dan organisasi di dalam lingkup dirinya sendiri contoh implementasinya pada NGMN (Next Generation Mobile Networks) dan 3GPP (3rd Generatio Partnership Project). Wireless Sensor Network (WSN) didefinisikan sebagai salah satu WSN terdiri dari dua buah node yang bersifat otonomi tidak Self Organizing Network (SON) memiliki arti bahwa Wireless
2)      Self Network Maintenance (SNM)
Pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan jaringan komputer yang di tempatinya oleh node sensor secara mandiri atau otonomi. Selain itu memberikan kemampuan kepada node sensor untuk dapat merespon apabila terjadi perubahan rute dari alamat asal (source) menuju alamat tujuan(destination) sehingga dalam hal tabel routing dapat berubah secara cepat mengikuti kondisi dan kebutuhan jaringan.
3)      Pengiriman Paket Data Bersifat Broadcast
Langsung dalam jumlah banyak dan terus menerus yang di tujukan ke semua client (node sensor). Namun dalam proses pengiriman bukan hanya bagaimana antar node-node melakukan pengumpulan data dan mengirimkan ke server tapi juga melakukan broadcast ke node sensor lainnya. Broadcast data bermanfaat bagi node sensor lainnya untuk memperoleh data yang sama.
4)      Menggunakan Multi Hop Routing
Paket data dari node sensor asal ke node sensor tujuan agar pengiriman paket data dapat diterima node penerima untuk penyimpanan data maupun pengolahan data menjadi informasi.
5)      Komunikasi Dilakukan dalam Jarak yang Relatif Pendek
Komunikasi antara node sensor dilakukan dalam jarak relatif dekat karena :
a. Node sensor pada WSN adalah perangkat komputer kecil dengan sumber daya kecil maka dalam implementasinya dipasang dengan jarak dekat dan berkomunikasi dengan jarikan nirkabel.
b. Node sensor pada WSN memiliki keterbatasan sumber daya maka implementasinya dilakukan berdekatan untuk menghemat sumber daya juga mempercepat komunikasi antar node sensor. SNM merupakan kemampuan dari WSN untuk melakukan Broadcast adalah proses untuk pengiriman paket data secara Multi Hop Routing merupakan kemampuan untuk mengirimkan.

BAB III
ANALISA DAN KESIMPULAN

3.1              ANALISA
Peran Teknologi RFID (Radio Frequency Identifier) adalah sebagai informasi penting disimpan di dalam Tag RFID. Tag RFID kemudian berkoneksi dengan Komponen Antena RFID. Reader memanfaatkan gelombang elektromagnetik atau frequensi radio untuk melakukan pembacaan informasi di dalam Tag RFID. Proses pembacaan disesuaikan dengan jenis reader yang ada. Disini peran RFID sebagai peminjaman pada perpustakaan. Selain teknologi RFID yang dapat menjalankan teknologi ini adalah jaringan internet dan jaringan sensor (WSN). Apabila diilustrasikan, maka ketiga komponen tersebut diibaratkan sebagai tiga buah himpunan yang saling beririsan, seperti berikut ini.

Kartu anggota perpustakaan elektronik bagi seluruh pengunjung nantinya akan menggunakan sistem barcode. Sistem barcode akan lebih mempercepat proses pelayanan. Pegawai hanya menempel kartu anggota pada “barcode  scanner” selanjutnya data pengunjung akan muncul secara otomatis di layar komputer buku tamu elektronik. Jadi anggota sudah tidak perlu lagi repot mengetik pada buku tamu elektronik, cukup hanya dengan menempelkan kartu saja pada scanner.

2.3  Kelebihan Penerapan Teknologi RFID
Dari hasil analisa adanya penerapan teknologi RFID adapun kelebihan yang dihasilkan yaitu sebagai berikut.
1.      Dengan menggunakan RFID dalam bentuk barcode maka secara otomatis dapat menyimpan data tentang siapa peminjam buku perpustakaan, kapan mulai meminjam dan kapan harus dikembalikan.
2.      Untuk kenyamanan peminjaman RFID dapat mengetahui buku-buku yang discan melalui barcode, sehingga pengunjung tidak lagi menunggu antrian dalam peminjaman buku, sedemikian cepatnya dalam meminjam buku di perpustakaan.
3.      Untuk keamanan pihak petugas perpustakaan penggunaan RFID dapat mengawasi dan  mengetahui buku-buku mana saja yang banyak dipinjam.

            4.1       KESIMPULAN
Penggunaan RFID dalam perpustakaan untuk peminjaman buku memang sangat memudahkan pengunjung dengan cepat dalam meminjam buku yang diinginkan tanpa membuang waktu untuk mengantri. Teknologi RFID sanggat memudahkan banyak orang kedepannya cepat atau lambat, teknologi RFID memiliki efisiensi yang tinggi dan kegunaan yang jauh lebih besar, semuanya hanya tinggal menunggu waktu sampai masyarakat Indonesia khusunya Bali menerima sepenuhnya kehadiran RFID.

            4.2       SARAN    
Saran untuk pemerintah supaya memepertimbangkan ide ini dan menerapkannya di Perpustakaan di Bali. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat di era globalisais ini di harapkan pemerintah ikut serta dalam berpartisipasi dalam mengembangkan teknologi yang dapat memudahkan para pengunjung perpustakaan dalam melakukan peminjaman buku di selurug perpustakaan yang ada di Indonesia khususnya di Bali.

DAFTAR PUSTAKA

Pratama, I Putu Agus Eka.2014.Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya.Bandung : Informatika
Pratama, I Putu Agus Eka.2015.WIRELESS SENSOR NETWORK.Bandung : Informatika

          

Minggu, 23 April 2017

Cara Melihat Password Wifi menggunakan Cmd Windows 8

Banyak yang bertanya bagaimana caranyamengetahui password WiFi pada PC (komputer), laptop dan notebook dengan OS Windows 8, 8.1 dan 10. Karena Operating System terbaru dari Microsoft cukup berbeda dari OS sebelumnya, yaitu Windows 7 dan XP. Untuk mengetahui password WiFi ini anda tidak perlu menggunakan software tambahan cukup menggunakan Command Prompt yang sudah ada di komputer masing-masing. Selain itu, anda juga tidak perlu terkoneksi dengan internet. Anda hanya perlu melihat history akan penggunaan jaringan WiFi yang telah digunakan sebelumnya di komputer/laptop tersebut.

Salah satu alasan untuk mengintip password WiFi ini ialah guna memuaskan rasa penasaran akan kata kunci dari jaringan internet tersebut, barangkali laptop anda hanya dikoneksikan oleh teman anda tanpa memberitahukan kata kuncinya kepada anda. Agar jika ingin berinternet lagi dikemudian hari tidak perlu repot-repot memanggilnya untuk menghubungkan koneksi ke jaringan WiFi yang dirahasiakan paswordnya dari anda.

Cara Melihat Password WiFi di Windows 8, 8.1 dan 10 dengan CMD

Pada tips kali ini yang saya gunakan adalah Windows 8.1. Bagi pengguna Windows 10 tidak perlu khawatir, karena cara penerapannya juga relative sama.

1. Buka CMD dengan cara, pada keyword tekan logo Windows + R secara bersamaam. Atau dengan menuju ke sudut kiri bawah desktop, temukan logo WindowsKlik kanan > Command Promt (admin).


2. Kemdian ketikkan perintah berikut pada CMD, kemudian tekan enter.

netsh wlan show profiles

3. Maka akan muncul beberapa jaringan WiFi (SSID) yang pernah terkoneksi dengan komputer, laptop atau notebook anda.


4. Nah, saatnya untuk mengetahui password WiFi. Untuk mengetahui hal tersebut anda butuh perintah seperti berikut ini.

netsh wlan show profile name="nama SSID WiFi" key=clear


contoh nama SSID WiFi yang ingin saya lihat adalah AMPKPR_G, maka perintahnya akan menjadi seperti ini.

netsh wlan show profile name="AMPKPR_G" key=clear

5. Maka akan muncul beberapa informasi tentang jaringan WiFi (SSID) tersebut. Silahkan cari Key Content, sebab disamping kanannya itulah password WiFi dari SSID tersebut.


Cukup mudah bukan? Begitulah cara melihat password WiFi melalui CMD baik di Windows 8, 8,1 dan Windows 10. Anda bisa mencobanya di rumah.

Jumat, 21 April 2017

MAKALAH CLOUD COMPUTING




NAMA                  : AHMAD FAJAR SUSILO
NIM                     : 2115R1067
MATA KULIAH : KOMUNIKASI DATA
DOSEN                :SEOTIA LUTFI
SEMESTER         : 4 ( EMPAT      ) REGULER SORE

TEKNIK INFORMATIKA STMIK HIMSYA SEMARANG


Kata Pengantar

   Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah berkenan memberi petunjuk dan kekuatan kepada kami sehingga makalah, “CLOUD COMPUTING” ini dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi – materi yang ada. Materi – materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan  dalam belajar mengenal tentang Cloud Computing. Serta  juga dapat memahami nilai – nilai dasar yang direfleksikan dalam berpikir dan bertindak.
Mudah-mudahan dengan mempelajari makalah ini, dapat memahami tentang materi Cloud Computing. Dan dengan harapan semoga mampu berinovasi dan berkreasi dengan potensi yang dimiliki,
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.













                                                                                                  Penulis, 
                                                                                                  Semarang 21 april 2017

                                                                                                                   


                                                                                                     Ahmad Fajar Susilo









Daftar Isi


Kata Pengantar………………………………………………………………. i
Daftar isi …………………………………………………………………….. ii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………….. 1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………….. 2
1.3 Tujuan Penulisan………………………………………………………..... 2
1.4 Manfaat penulisan ……………………………………………………….  3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Cloud Computing …………………………………………… 4
2.2 Layanan, Karakteristik Cloud Computing………………………………...5
2.3 Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing……………………………
2.4 Manfaat Cloud Computing ………………………………………….
2.5 Bagaimana cara kerja Cloud Computing ………………………………
2.6 Perusahan Penyedia Jasa Cloud Computing ……………………………..
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………
3.2 Saran ………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………
Lampiran……………….












BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
     
      Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi saat ini mengalami perkembangan kearah pencapaian kemudahan dan kenyamanan luar biasa, sehingga kegiatan sehari-hari yang di anggap tidak mungkin di kerjakan dalam waktu yang singkat menjadi mungkin untuk dilakukan secara singkat. Pengembangan teknologi computasi berbasis internet saat ini lebih di arahkan pada proses aplikasi sistem yang mudah dan tidak memerlukan banyak waktu dan tenaga.
Permasalahan diperoleh dalam sistem aplikasi jaringan. Apabila ada suatu perubahan program aplikasi internet pada server jaringan lokal, di antaranya harus di-instal ulang atau di sesuakan kembali. Termasuk pada pemakaian komputer biasa diperlukan sistem operasi dan program aplikasi. Sistem operasi sangat mempengaruhi program aplikasi. Kalau pemakaian memilih sistem operasi MS Windows misalnya, maka aplikasinya pun harus berbasis windows.          
 Sekarang sistem teknologi informasi Cloud Computing sedang hangat di bicarakan. Istilah Cloud Computing mulai banyak di dengar dan perkembanganya sangat luar biasa. Disebut-sebut teknologi Cloud Computing dapat menghilangkan permasalahan yang dijelaskan di atas. Perusahaan-perusahaan besar di bidang IT pun sekarang mencurahkan perhatianya kesana. Apa sebenarnya Cloud Computing itu ? Komputasi awan merupakan istilah bagi dunia TI yang sistemnya hanya di sewa. Maksudnya, dalam menerapkan metode ini, pelanggan diharuskan menyewa beberapa komponen kerja di TI, seperti server penyimpanan data hingga data center. Melihat dari tren ini, kita dapat memprediksi masa depan, standar teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari cloud service. Seluruh nama besar seperti IBM, Microsoft, Google, dan Aplle, saat ini sedang terlibat dalam peperangan untuk menjadi penguasa terbesar terhadap teknologi awan ini.




1.2 Rumusan Masalah

1.      Apa itu Cloud Computing ?
2.      Layanan(server)Apa saja yang di tawarkan oleh Cloud Computing ?
3.      Apa Kelebihan dan Kekurangan dari Teknologi Cloud Computing ?
4.      Apa manfaat dari cloud computing dalam kehidupan sehari-hari ?
5.      Bagaimanakah cara kerja dari system cloud computing ?
6.      Perusahaan mana saja yang sudah menyediakan jasa Cloud Computing ?


1.3 Tujuan

      Adapun Menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahuai perkembangan teknologi khususnya mengenai Cloud Computing,layanan apa saja yang ditawarkan oleh cloud computing,kelebihan dan kekurangan cloud computing, manfaat dari cloud computing,cara kerja cloud computing,dan perusahaan yanag penyedia jasa cloud computing.



1.4 Manfaat

        Manfaat dari makalah ini agar dapat mengetahui tentang Cloud Computing,mulai dari apa devenisi cloud computing,Server Cloud computing,perkembangan,kelebihan dan kekurangan,karakteristik dari cloud computing.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Cloud computing
     Cloud Computing terdiri dari 2 kata, yaitu Cloud dan Computing. Cloud jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti awan, sedangkan Computing yang berasal dari kata Compute jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti perhitungan. Jika kedua kata tersebut digabungkan maka, Cloud Computing merupakan komputasi atau perhitungan yang dilakukan di awan. Awan yang dimaksud disini adalah jaringan internet.
    Komputasi awan ( cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis Internet (awan). Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain." Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud.


2.2 Layanan,Karakteristik Cloud Computing

        Dengan semakin maraknya pembicaraan tentang Cloud Computing,Semakin banyak Perusahaan yang mengumumkan bahwa mereka menyediakan layanan cloud computing. Akan sangat membingungkan bagi kita para pengguna untuk memastikan bahwa layanan yang kita dapatkan adalah Cloud computing atau bukan.dari semua devenisi yang ada,dapat di intisarikan bahwa cloud computing ideal adalah layanan yang memiliki 5 karakteristik di bawah ini :

1.  Demand Self Service (pelayanan mandiri diri sendiri saat diperlukan)
        Pengguna dapat memesan dan mengelola layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, misalnya dengan mengguna-kan, sebuah portal web dan manajemen antarmuka. Pengadaan dan perlengkapan layanan serta sumber daya yang terkait terjadi secara otomatis pada penyedia



2. Broad Network Access (akses jaringan yang besar)
     Layanan yang tersedia terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama untuk dapat diakses secara memadai melalui jaringan internet, baik menggunakan thin client, thick clien, ataupun media lain seperti smartphone.
3 Resource Pooling (resource menyatu)
     Penyedia layanan cloud memberikan layanan melalui sumberdaya yang dikelompokkan di satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi tenant ini memungkinkan sejumlah sumberdaya komputasi digunakan bersama-sama oleh sejumlah user, dimana sumberdaya tersebut baik yang berbentuk fisik maupun virtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna/pelanggan sesuai permintaan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumberdaya komputasinya dipenuhi oleh penyedia layanan. Yang penting, semua permintaan dapat terpenuhi. Sumberdaya komputasi ini meliputi media penyimpanan, memory, processor, pita jaringan, mesin virtual.
4. Rapid Elasticity (elastisitas cepat)
     Kapasitas komputasi yang disediakan dapat secara elastis dan cepat disediakan, baik itu dalam bentuk penambahan atau pengurangan kapasitas yang diperlukan.


5.  Measured Service (layanan pengukuran)
     Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumberdaya komputasi yang digunakan (penyimpanan,memory,processor,lebar pita, dan aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumber daya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan.

Layanan Cloud Computing di antaranya  :
1.  Infrastructure as a Service (IaaS)
   Infrastructure as a Service adalah layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen tersebut digunakan untuk membangun komputer virtual. Komputer virtual dapat diinstal sistem operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan. Keuntungan layanan IaaS ini adalah tidak perlu membeli komputer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi komputer virtual juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalkan saat storage hampir penuh, storage bisa ditambah dengan segera. Perusahaan yang menyediakan IaaS adalah Amazon EC2, TelkomCloud dan BizNetCloud.

2.  Platform as a Service (PaaS)
     Platform as a Service adalah layanan yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi, database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Perusahaan yang menyediakan layanan tersebutlah yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini. Keuntungan layanan PaaS ini bagi pengembang adalah mereka bisa fokus pada aplikasi yang mereka buat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan dari computing platform. Contoh penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service dan Windows Azure.

3.  Software as a Service (SaaS)
      Software as a Service adalah layanan komputasi awan dimana kita bisa langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Penyedia layanan mengelola infrastruktur dan platform yang menjalankan aplikasi tersebut. Contoh layanan aplikasi email yaitu gmail, yahoo dan outlook sedangkan contoh aplikasi media sosial adalah twitter, facebook dan google+. Keuntungan dari layanan ini adalah pengguna tidak perlu membeli lisensi untuk mengakses aplikasi tersebut. Pengguna hanya membutuhkan perangkat klien komputasi awan yang terhubung ke internet. Ada juga aplikasi yang mengharuskan pengguna untuk berlangganan agar bisa mengakses aplikasi yaitu Office 365 dan Adobe Creative Cloud.



2.3 Kelebihan dan Kekurangan dari Cloud Computing

a. Kelebihan
1. Fleksibilitas,
     Artinya bahan presentasi yang kita buat tidak perlu kita simpan di hardisk yang akan memakan ruang space atau mungkin dimasukan ke flashdisk.
2. Kemudahan Akses
   Yang paling menonjol dari komputasi awan adalah kemudahan akses. Untuk mengerjakan suatu pekerjaan kita tidak mesti berada dihadapan satu komputer yang sama.
3.  Penghematan
    kelebihan lain dari komputasi awan, khususnya bagi perusahaan-perusahaan besar. Dengan adanya sistem komputasi awan memungkinkan perusahaan untuk mengurangi infrastruktur komputer yang memerlukan biaya pengadaan dan perawatan cukup besar, hal ini juga berarti staf IT yang diperlukan tidak terlalu banyak, dan staf IT yang ada tidak terlalu berurusan dengan update, konfigurasi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan komputasi. Dengan adanya komputasi awan, kita juga tidak dihadapkan dengan beban biaya untuk membayar lisensi atas software-software yang kita instal dan kita gunakan, karena semua software sudah bisa digunakan melalui komputasi awan.


b. Kekurangan
     Hal yang paling wajib dalam komputasi awan adalah koneksi internet, internet bisa dibilang jalan satu-satunya jalan menuju komputasi awan, ketika tidak ada koneksi internet ditempat kita berada maka jangan harap bisa menggunakan sistem komputasi awan. Hal ini masih menjadi hambatan khsusnya bagi Indonesia, karena belum semua wilayah di tanah air terjangkau oleh akses internet, ditambah lagi sekalipun ada koneksinya belum stabil dan kurang memadai.


2.4 Manfaat Cloud Computing
      Dari penjelasan tentang cloud computing diatas, ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dari cloud computing, yaitu :
·        Skalabilitas, yaitu dengan cloud computing kita bisa menambah kapasitas penyimpanan data kita tanpa harus membeli peralatan tambahan, misalnya hardisk dll. Kita cukup menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing.
·        Aksesibilitas, yaitu kita bisa mengakses data kapanpun dan dimanapun kita berada, asal kita terkoneksi denganinternet, sehingga memudahkan kita mengakses data disaat yang penting.
·        Keamanan, yaitu data kita bisa terjamin keamanan nya oleh penyedia layanan cloud computing, sehingga bagi perusahaan yang berbasis IT, data bisa disimpan secara aman di penyedia cloud computing. Itu juga mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengamankan data perusahaan.
·        Kreasi, yaitu para user bisa melakukan/mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkan nya lewat penyedia layanan cloud computing.
·        Kecemasan, ketika terjadi bencana alam data milik kita tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadget kita rusak.
    2.5.  Cara Kerja Cloud Computing
    Berikut merupakan cara kerja penyimpanan data dan replikasi data pada pemanfaatan teknologi cloud computing. Dengan Cloud Computing komputer lokal tidak lagi harus menjalankan pekerjaan komputasi berat untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan, tidak perlu menginstal sebuah paket perangkat lunak untuk setiap komputer, kita hanya melakukan installasi operating system pada satu aplikasi. Jaringan komputer yang membentuk awan (internet) menangani mereka sebagai gantinya. Server ini yang akan menjalankan semuanya aplikasi mulai dari e-mail, pengolah kata, sampai program analisis data yang kompleks. Ketika pengguna mengakses awan (internet) untuk sebuah website populer, banyak hal yang bisa terjadi. Pengguna Internet Protokol (IP) misalnya dapat digunakan untuk menetapkan dimana pengguna berada (geolocation). Domain Name System (DNS) jasa kemudian dapat mengarahkan pengguna ke sebuah cluster server yang dekat dengan pengguna sehingga situs bisa diakses dengan cepat dan dalam bahasa lokal mereka. Pengguna tidak login ke server, tetapi mereka login ke layanan mereka menggunakan id sesi atau cookie yang telah didapatkan yang disimpan dalam browser mereka. Apa yang user lihat pada browser biasanya datang dari web server. Webservers menjalankan perangkat lunak dan menyajikan pengguna dengan cara interface yang digunakan untuk mengumpulkan perintah atau instruksi dari pengguna (klik, mengetik, upload dan lain-lain) Perintah-perintah ini kemudian diinterpretasikan oleh webservers atau diproses oleh server aplikasi. Informasi kemudian disimpan pada atau diambil dari database server atau file server dan pengguna kemudian disajikan dengan halaman yang telah diperbarui. Data di beberapa server disinkronisasikan di seluruh dunia untuk akses global cepat dan juga untuk mencegah kehilangan data.
Web service telah memberikan mekanisme umum untuk pengiriman layanan, hal ini membuat service-oriented architecture (SOA) ideal untuk diterapkan. Tujuan dari SOA adalah untuk mengatasi persyaratan yang bebas digabungkan, berbasis standar, dan protocol-independent distributed computing. Dalam SOA, sumber daya perangkat lunak yang dikemas sebagai "layanan," yang terdefinisi dengan baik, modul mandiri yang menyediakan fungsionalitas bisnis standar dan konteks jasa lainnya. Kematangan web service telah memungkinkan penciptaan layanan yang kuat yang dapat diakses berdasarkan permintaan, dengan cara yang seragam.

2.6 Perusahaan Penyedia Jasa Cloud Computing
    Perusaahaan penyedia layanan seperti ini antaralain :
·         Google                                                      
·         Microsoft                                          
·         Zoho
·         Amazon
·         Dan SalesForce


  
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
     Cloud Computing dapat dikatakan suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server diinternet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.

3.2 Saran
    Makalah ini diharapkan mampu dijadikan referensi dan sarana pembelajaran mengenai jaringan komputer serta mampu diaplikasikan dan dikembangkan di kehidupan sehari-hari tepatnya dunia komputerisasi.






DAFTAR PUSTAKA

Ø   http://www.slideshare.net/ di akses tanggal 4 Maret 2015.
Ø  Teknik, dunia. 2013. Konsep cloud computing. www.dunia-teknik.com di akses 5 maret 2015
Ø  Sutyadinata, andi. 2013. Mengorek lebih dalam tentang komputasi awan (cloud computing). www.andi0309.blogspot.com di akses 5 Maret 2015