Dosen :
Septia lutfi
Oleh:
AHMAD FAJAR SUSILO
2115R1067
TEKNIK INFORMATIKA
STMIK HIMSYA SEMARANG
ABSTRAK
Teknologi RFID banyak diterapkan di berbagai bidang, baik di industri, perumahan, sekolah, rumah sakit, pemerintahan dan lain-lain, termasuk juga kaitannya dengan implementasi Smart City, diantaranya adalah pemantauan stok barang dan penyediaan stok barang. Teknologi RFID disini digunakan sebagai pemberitahuan dalam pencarian buku yang berupa lampu notifikasi. Disini peran RFID sebagai peminjaman pada perpustakaan. Selain teknologi RFID yang dapat menjalankan teknologi ini adalah jaringan internet dan jaringan sensor (WSN).
RFID (Radio Frequency IDentification) didefinisikan sebagai sebuah teknologi digital memanfaatkan jaringan wireless (gelombang radio) untuk proses transfer data, identifikasi sebuah objek, termasuk juga informasi elektronik lainnya. Sistem identifikasi frekuensi radio menggunakan tag atau label yang dipasang pada objek untuk diidentifikasi. Radio dua arah pemencar-penerima, dimana disebut sebagai pemeriksa atau pembaca, mengirimkan sinyal ke tag lalu membaca responnya. Umumnya, pembaca mengirimkan hasil pengamatan tersebut ke system computer yang menjalankan perangkat lunak atau perangkat lunak tengah RFID. Informasi Tag disimpan secara elektronik di dalam memori non-volatil. Tag RFID mencakup pemancar dan penerima frekuensi radio kecil. Sebuah pembaca RFID mengirimkan sinyal radio yang dikodekan untuk memerik sa tag. Lalu, tag menerima pesan dan merespon informasi yang diidentifikasinya. Salah satunya adalah stok barang berupa buku yang ada diperpustakaan.
Badan perpustakaan dan Arsip Daerah provinsi Bali terus berbanah diri. Saat ini fungsi dan tugas badan tersebut membina, mengarahkan dan membantu perpustakaan yang ada di kabupaten – kabupaten, perpustakaan di Universitas dan perpustakaan yang ada disekolah – sekolah di seluruh Bali. Sementara itu terkait fungsinya, perpustakaan daerah yang berlokasi di Jalan Teuku Umar tersebut dari tahun ke tahun minat pengunjung yang datang ke perpustakaan semakin meningkat. Dengan adanya teknologi WSN dan RFID maka dapat dikembangkan kartu pinjam buku elektronik di perpustakaan Daerah Bali.
Kata kunci : Radio Frequensi IDentifier, Wireless Sensor Network, Kartu Elektronik, Perpustakaan Daerah Bali.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Salah satu tempat yang biasa digunakan untuk mencari pengetahuan adalah perpustakaan. Perpustakaan adalah kumpulan atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu atau keperluan pemakai (Lasa,2007:12). Perpustakaan yang akan dibahas adalah Perpustakaan Daerah yang beralamat di Jalan Teuku Umar Bali.
Badan perpustakaan dan Arsip Daerah provinsi Bali terus berbanah diri. Saat ini fungsi dan tugas badan tersebut membina, mengarahkan dan membantu perpustakaan yang ada di kabupaten – kabupaten, perpustakaan di Universitas dan perpustakaan yang ada disekolah – sekolah di seluruh Bali. Sementara itu terkait fungsinya, perpustakaan daerah yang berlokasi di Jalan Teuku Umar tersebut dari tahun ke tahun minat pengunjung yang datang ke perpustakaan semakin meningkat. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak TK, SD, pelajar SMP dan SMA, mahasiswa hingga masyarakat umum.
Keluhan yang melatarbelakangi penulis membuat makalah ini adalah saat proses pencarian buku di perpustakaan daerah melalui komputer sangat menecewakan. Saat pertama masuk telah disediakan komputer yang digunakan untuk mencari buku yang dicari oleh setiap pengunjung, maka pengunjung dapat mengetikkan kata kunci buku dan referensi buku yang ingin di cari. Setelah itu komputer akan memproses dan menampilkan nama buku yang dicari, nomor rak tempat buku berada dan jumlah stok yang tersedia. Setelah itu kemudian peminjam akan ke petugas perpustakaan untuk mengantri untuk melapor buku mana yang akan dipinjam.
Pelayanan yang kurang efisien tersebut penulis mengharapkan Perpustakaan Daerah di Jalan Teuku Umar Bali tersebut menjadi lebih baik. Peminjaman buku yang yang kurang efisien maka penulis ingin memperbaiki teknologi yang digunakan. Penulis mengharapkan dengan adanya keluhan dari setiap pengunjung yang datang ke Perpustakaan Daerah akan menjadikan keluhan tersebut sebagai motivasi dan inovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan pengalaman yang dialami sendiri maka penulis mengangkat makalah berjudul “Pemanfaatan Teknologi RFID Sebagai Kartu Elektronik Peminjaman Buku di PERPUSTAKAAN DAERAH BALI”
1.2 RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah berdasarkan latar belakang adalah sebagai berikut:
1.2.1 Bagaimana Peran RFID dan Sistem Kerja Kartu Pinjam Elektronik Perpustakaan Daerah Bali?
1.2.2 Kelebihan yang terjadi setelah adanya perbaikan teknologi menggunakan RFID di Perpustakaan Daerah Bali?
1.3 SOLUSI
Berdasarkan latar belakang yang menjadikan rumusan masalah, maka solusi yang di dapat sebagai berikut:
Menggunakan Teknologi RFID
Teknologi pasif chip, dimana chip ini tidak menggunakan tenaga battery (sumber energy diambil dari freq yang dipancarkan oleh alat pemancar, dimana system kerjanya sama dengan lampu pada handphone yang menyala jika terdapat panggilan masuk).
Kegunaan dari system RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari piranti portable , yang dinamakan “Tag” dan kemudian dibaca oleh “RFID Reader” dan kemudian diproses oleh aplikasi komputer yang membutuhkannya. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa beragam informasi.
Contoh Bentuk Kartu perpustakaan elektronik:

1.4 DESAIN SOLUSI

Desain Solusi berdasarkan latar belakang yang penulis harapakan sebagai berikut:
Desain diatas adalah desain Basis Data alam system RFID.
1. RFID Tag
- Dapat ditulis ulang, label standar ISO mengidentifikasi dan melacak berbagai barang dan buku;
- Memori chip menyimpan informasi buku tersebut;
- Status sekuriti tersipan langsung pada label;
- Menghilangkan garis pandang (line of sight) yang diperlukan untuk memproses buku.
2. Conversion Station
- Secara otomatis menyalurkan/mengeluakan label;
- Mencangkup layar sentuh, scanner barcode optic, RFID reader dan gerobak portable;
- Menyederhanakan proses check out/check in (peminjama/pengembalian);
- Memproses buku dengan barcode dan label RFID.
3. Staff Workstation
- Memproses barang dengan barcode dan label RFID;
- Bekerja dengan computer di meja sirkulasi, scanner, printer;
- Dapat memproses peminjaman (check out) banyak barang sekaligus secara bersamaan
4. Digital Library Assistant
- Mampu membaca sendiri, shelving, pengurutan dan pencarian;
- Secara bersamaan melakukan pembacaan, pencarian dan scan persediaan;
- Dapat memegang/menyimpan informasi lebih dari 1 juta orang.
5. Detection System
- Proteksi security yang tinggi untuk semua koleksi perpustakaan;
- Tidak membutuhkan aplikasi server.
6. Self – return books drops
- Koleksi buku yang dikembalikan di pelayanan langsung bisa diidentifikasi setelah melalui book drop, dan fungsi security anti pencurian diaktifkan kembali.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 RFID (Radio Frequency IDentification)
RFID (Radio Frequency IDentification) di definisikan sebagai sebuah teknologi digital memanfaatkan jaringan wireless (gelombang radio) untuk proses transfer data, identifikasi sebuah objek, termasuk juga informasi elektronik lainnya (biasanya dalam bentuk tag). RFID berukuran sangat kecil, bahkan sebuah RFID dapat hampir seukuran sebutir beras. Misalkan dalam hal ini sebuah microschip dengan teknologi RFID di dalamnya untuk pemantaun system tubuh manusia atau suatu system keamanan dan barang.
RFID secara umum terdiri atas tiga bagian. Ketiga bagian tersebut terdiri atas tag, reader, dan antenna.
1. Tag berfungsi untuk menyimpan informasi yang bermanfaat di dalam RFID itu sendiri. Tag dapat dibedakan menjadi Inlay Tag (tag utama pada RFID), Passive Tag (tidak memiliki sumber energy sendiri), dan Active Tag (memiliki sumber energy sendiri).
2. Reader berfungsi untuk memudahkan di dalam membaca (read) informasi yang terkadang di dalam tag RFID yang telah dijelaskan diatas.
3. Antena berfungsi untuk memudahkan di dalam penentuan jarak bacaantara Tag dan Reader pada RFID.
2.2 Sistem Kerja RFID
Sistem kerja RFID mengikuti system kerja teknologi lainnya yang juga berbasiskan gelombang radio dan elektromagnetik. Sesuai dengan penjelasan mengenai ketiga komponen RFID di atas, maka urutan langkah kerja RFID secara umum adalah sebagai berikut:
1. Informasi penting disimpan di dalam Tag RFID.
2. Tag ini terhubung dengan komponen Antena RFID.
3. Reader memanfaatkan gelombang elektromagnetik atau frequensi radio untuk melakukan pembacaan informasi di dalam Tag. Proses pembacaan ini disesuaikan dengan ketiga jenis reader yang ada. Misalkan reader RFID yang mobile, maka pengguna dapat mendekatkan sendiri reader tersebut kea rah tag RFID. Sebailknya pada fixed reader, justru tag yang harus didekatkan kepada RFID reader.
2.3 Implementasi RFID dalam kehidupan Sehari-hari
Berdasarkan penjelasan mengenai teknologi RFID dan cara kerja dari teknologi RFID ini, maka dapat diketahui betapa besar manfaat RFID jika diimplemnetasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Di jaman sekarang, teknologi RFID banyak sekali diterapkan di berbagai bidang, bail di industry, perumahan, sekolah, rumah sakit, pemerintahan, dan lain-lain, termasuk juga kaitannya dengan implementasi Snmart City. Beberepa contoh di antaranya yaitu:
1. Pemantauan stok barang dan penyediaan stok barang (supply chain).
2. Pendataan pada beragam layanan public.
3. Pemantauan sirkulasi buku dan pinjaman pada perpustakaan.
4. Pemantauan kendaraan yan menggunakan subsidi BBM.
5. Sensor keamanan pada pintu masuk.
6. Pengendalian kinerja karyawan suatu perusahaan/organisasi/instansi.
7. Pengendalian BBM (Bahan Bakar Minyak) di Indonesia oleh pemerintah.
2.4 Wireless Sensor Network (WSN)
jenis dari jaringan wireless (nirkabel) terdistribusi, yang memanfaatkan teknologi Embedded System (sistem benam) dan seperangkat node sensor, untuk melakukan proses sensor, monitoring, pengiriman data, dan penyajian informasi ke pengguna, melalui komunikasi di internet. Terdapat enam buah ciri-ciri dari Wireless Sensor Network. Bergantung pada server, dapat melayani dirinya sendiri dan dapat melayani node sensor lainnya. Adanya minimal dua buah node berfungsi untuk melakukan pemindaian (sensing) terhadap lingkungan sesuai tujuan dan studi kasus untuk kemudian dikirim ke komputer server, menjamin pembagian kerja dengan hasil yang lebih baik dan memudahkan node sensor untuk saling berkomunikasi satu sama lain.
1) Self Organizing Network (SON)
Sensor Network (WSN) terdiri atas sejumlah node sensor yang memilki kemampuan cerdas dalam bentuk implementasi Artificial intelligence (kecerdasan buatan) untuk dapat melakukan proses perencanaan (planning), konfigurasi, manajemen dan optimasi terhadap jaringan computer yang ditempatinya. Konsep SON menjadikan jaringan computer memiliki kemandirian dan kemampuan untuk melakuka manajemen dan organisasi di dalam lingkup dirinya sendiri contoh implementasinya pada NGMN (Next Generation Mobile Networks) dan 3GPP (3rd Generatio Partnership Project). Wireless Sensor Network (WSN) didefinisikan sebagai salah satu WSN terdiri dari dua buah node yang bersifat otonomi tidak Self Organizing Network (SON) memiliki arti bahwa Wireless
2) Self Network Maintenance (SNM)
Pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan jaringan komputer yang di tempatinya oleh node sensor secara mandiri atau otonomi. Selain itu memberikan kemampuan kepada node sensor untuk dapat merespon apabila terjadi perubahan rute dari alamat asal (source) menuju alamat tujuan(destination) sehingga dalam hal tabel routing dapat berubah secara cepat mengikuti kondisi dan kebutuhan jaringan.
3) Pengiriman Paket Data Bersifat Broadcast
Langsung dalam jumlah banyak dan terus menerus yang di tujukan ke semua client (node sensor). Namun dalam proses pengiriman bukan hanya bagaimana antar node-node melakukan pengumpulan data dan mengirimkan ke server tapi juga melakukan broadcast ke node sensor lainnya. Broadcast data bermanfaat bagi node sensor lainnya untuk memperoleh data yang sama.
4) Menggunakan Multi Hop Routing
Paket data dari node sensor asal ke node sensor tujuan agar pengiriman paket data dapat diterima node penerima untuk penyimpanan data maupun pengolahan data menjadi informasi.
5) Komunikasi Dilakukan dalam Jarak yang Relatif Pendek
Komunikasi antara node sensor dilakukan dalam jarak relatif dekat karena :
a. Node sensor pada WSN adalah perangkat komputer kecil dengan sumber daya kecil maka dalam implementasinya dipasang dengan jarak dekat dan berkomunikasi dengan jarikan nirkabel.
b. Node sensor pada WSN memiliki keterbatasan sumber daya maka implementasinya dilakukan berdekatan untuk menghemat sumber daya juga mempercepat komunikasi antar node sensor. SNM merupakan kemampuan dari WSN untuk melakukan Broadcast adalah proses untuk pengiriman paket data secara Multi Hop Routing merupakan kemampuan untuk mengirimkan.
BAB III
ANALISA DAN KESIMPULAN
3.1 ANALISA
Peran Teknologi RFID (Radio Frequency Identifier) adalah sebagai informasi penting disimpan di dalam Tag RFID. Tag RFID kemudian berkoneksi dengan Komponen Antena RFID. Reader memanfaatkan gelombang elektromagnetik atau frequensi radio untuk melakukan pembacaan informasi di dalam Tag RFID. Proses pembacaan disesuaikan dengan jenis reader yang ada. Disini peran RFID sebagai peminjaman pada perpustakaan. Selain teknologi RFID yang dapat menjalankan teknologi ini adalah jaringan internet dan jaringan sensor (WSN). Apabila diilustrasikan, maka ketiga komponen tersebut diibaratkan sebagai tiga buah himpunan yang saling beririsan, seperti berikut ini.

Kartu anggota perpustakaan elektronik bagi seluruh pengunjung nantinya akan menggunakan sistem barcode. Sistem barcode akan lebih mempercepat proses pelayanan. Pegawai hanya menempel kartu anggota pada “barcode scanner” selanjutnya data pengunjung akan muncul secara otomatis di layar komputer buku tamu elektronik. Jadi anggota sudah tidak perlu lagi repot mengetik pada buku tamu elektronik, cukup hanya dengan menempelkan kartu saja pada scanner.
2.3 Kelebihan Penerapan Teknologi RFID
Dari hasil analisa adanya penerapan teknologi RFID adapun kelebihan yang dihasilkan yaitu sebagai berikut.
1. Dengan menggunakan RFID dalam bentuk barcode maka secara otomatis dapat menyimpan data tentang siapa peminjam buku perpustakaan, kapan mulai meminjam dan kapan harus dikembalikan.
2. Untuk kenyamanan peminjaman RFID dapat mengetahui buku-buku yang discan melalui barcode, sehingga pengunjung tidak lagi menunggu antrian dalam peminjaman buku, sedemikian cepatnya dalam meminjam buku di perpustakaan.
3. Untuk keamanan pihak petugas perpustakaan penggunaan RFID dapat mengawasi dan mengetahui buku-buku mana saja yang banyak dipinjam.
4.1 KESIMPULAN
Penggunaan RFID dalam perpustakaan untuk peminjaman buku memang sangat memudahkan pengunjung dengan cepat dalam meminjam buku yang diinginkan tanpa membuang waktu untuk mengantri. Teknologi RFID sanggat memudahkan banyak orang kedepannya cepat atau lambat, teknologi RFID memiliki efisiensi yang tinggi dan kegunaan yang jauh lebih besar, semuanya hanya tinggal menunggu waktu sampai masyarakat Indonesia khusunya Bali menerima sepenuhnya kehadiran RFID.
4.2 SARAN
Saran untuk pemerintah supaya memepertimbangkan ide ini dan menerapkannya di Perpustakaan di Bali. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat di era globalisais ini di harapkan pemerintah ikut serta dalam berpartisipasi dalam mengembangkan teknologi yang dapat memudahkan para pengunjung perpustakaan dalam melakukan peminjaman buku di selurug perpustakaan yang ada di Indonesia khususnya di Bali.
DAFTAR PUSTAKA
Pratama, I Putu Agus Eka.2014.Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya.Bandung : Informatika
Pratama, I Putu Agus Eka.2015.WIRELESS SENSOR NETWORK.Bandung : Informatika



